Hal itu disampaikan Ludiro Madu, Msi saat menjadi pembicara pada Konferensi Internasional Tentang Studi Asia Tenggara seusai pertukaran MoU antara UPN Veteran Yogyakarta dengan Metropolitan University Prague (MUP) di Kampus Jarov, Praha (3/5/2010).
"Demokratisasi dan keberhasilan kebijakan anti- terorisme itu diharapkan dapat meningkatkan peran pemerintahan kedua SBY dalam menjalankan diplomasi internasional, berperan aktif dan positif dalam berbagai upaya global," papar Ludiro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus utama formulasi politik luar negeri kini perlu diperluas tidak hanya di tingkat ASEAN, namun juga di berbagai belahan dunia lain," terang Ludiro.
Dikatakan, Indonesia selama ini memang telah berperan penting di ASEAN. Banyak insiatif regional Indonesia telah melahirkan berbagai kebijakan ASEAN, seperti Komunitas ASEAN, Komisi HAM ASEAN, dan berbagai insiatif lain di tahun-tahun sebelumnya.
Berbagai keberhasilan domestik dan posisi memimpin Indonesia di tingkat ASEAN itu perlu didorong lebih lanjut di tingkat lebih luas. Indonesia perlu lebih aktif berperan di berbagai isu global di seputar ASEAN.
Kini saatnya para diplomat dan pemangku kepentingan pada tingkat second-track diplomacy Indonesia berperan lebih lanjut dalam menjalankan โeksporโ demokrasi dan anti-terorisme melampaui ASEAN.
"Dan kemampuan para diplomat Indonesia dalam menangani berbagai isu regional tidak perlu diragukan lagi," tandas Ludiro, yang juga dosen UPN Veteran Yogyakarta sekaligus motor kerjasama internasional universitasnya dengan berbagai universitas di Republik Ceko.
Performa Naik
Menurut Ludiro, pemilu 2004 dan 2009 telah meningkatkan performa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Pemilu demokratis dan berlangsung damai itu bahkan menunjukkan bahwa demokrasi dapat dilakukan di negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.
Sebaliknya kebijakan pemerintahan SBY dalam isu terorisme juga telah memberi hasil positif berkaitan dengan penangkapan para pelaku teroris di berbagai wilayah di tanah air.
Keberhasilan kebijakan anti-terorisme itu telah mendorong pemerintahan SBY untuk mengambil inisitatif regional dalam upaya memerangi terorisme. Indonesia antara lain mengambil peran penting dalam beberapa keputusan atau kebijakan ASEAN dalam isu anti-terorisme regional di kawasan ASEAN.
"Kebijakan dan keberhasilan dalam upaya menumpas akar- akar terorisme telah menunjukkan komitmen konkrit pemerintahan SBY dalam menciptakan tatanan dunia damai," demikian Ludiro.
Konferensi internasional hasil kerjasama UPN Veteran Yogyakarta dengan Metropolitan University Prague itu menampilkan pembicara kunci Dirjen Amerop Kemlu RI Retno L.P Marsudi.
Sebelumnya Retno menyampaikan bahwa Indonesia meskipun mayoritas penduduknya muslim, namun bukan negara Islam melainkan berdasarkan Pancasila, sekaligus membuktikan islam, demokrasi, dan pemberdayaan perempuan bisa berjalan beriringan.
"Tanpa demokrasi dan pemberdayaan perempuan yang berhasil, saya tidak mungkin berdiri di sini sebagai seorang diplomat," tandas Retno. (es/es)











































