"Sangat pendek, saya tidak melihat ini bisa dibakukan," nilai politisi senior PDIP, Pramono Anung, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/5/2010).
Menurut dia, pada dasarnya partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi punya doktrin, tujuan dan gagasan berbeda satu sama lain. Bila sekarang ini mereka bisa menjalin kebersamaan, hal itu karena ada kesamaan kepentingan.
Ironisnya kepentingan yang menyatukan itu pada saatnya akan menjadi faktor pemisah mereka. Pada masa kampanye perbedaan doktrin, tujuan dan gagasan itu akan ditonjolkan masing-masing untuk meraih konstituennya.
"Setiap partai dan fraksi kan harus kampanye diri masing-masing, tidak bisa lalu menjadi subordinat partai lain," papar mantan Sekjen PDIP ini.
Menurut Pramomo, perlu ada keputusan politik luar biasa yang menjadi kesepakatan bersama untuk menjamin kebersamaan yang panjang umur. Yaitu merger antar partai-partai politik anggota koalisi bersangkutan.
"Tapi itu toh tidak mungkin," pungkas politisi yang menjabat Wakil Ketua DPR ini.
(lh/nrl)











































