"Dari pada membina 2 atau 3 partai yang sulit diatur, lebih baik membina PKB dan PAN saja. PKS dan PPP ke laut saja. Jadi sudah tepat memilih Pak Ical jadi ketua harian koalisi," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/5/2010).
Menurut politisi yang ceplas-ceplos ini, penunjukan Ical ini adalah strategi bagi PD dan partai koalisi untuk menjaga soliditasnya. Apalagi, selama ini dalam partai koalisi masih ada yang perperan seperti musuh dalam selimut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan Golkar sebagai komandan koalisi karena partai yang didirikan Soeharto ini lebih mudah diajak kerjasama ketimbang PKS dan PPP. Sedangkan PKS dan PPP dinilai Ruhut bermain di dua kaki. Tindakan itu membuat gerah PD.
"Karena pimpinan nggak berani ngomong, biar Ruhut yang bicara. Yang kita ajak yang baik-baik saja, PKB dan PAN. PKS dan PPP kalau mau ikut silahkan, kalau mau keluar silahkan. Kalau nggak koalisi, sudahlah, mereka ke laut saja," terang politisi kontroversial ini.
(yid/fay)











































