KPAI Temukan Eksploitasi Anak Oleh Orang Dewasa di Makam Mbah Priok

Priok Berdarah

KPAI Temukan Eksploitasi Anak Oleh Orang Dewasa di Makam Mbah Priok

- detikNews
Senin, 10 Mei 2010 10:51 WIB
KPAI Temukan Eksploitasi Anak Oleh Orang Dewasa di Makam Mbah Priok
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan adanya kesengajaan untuk melibatkan anak-anak dalam bentrokan di makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara. Bentuk eksploitasi tersebut dilakukan oleh orang-orang dewasa di sekitar makam.

"Kita menduga ada pihak yang mengeksploitasi anak-anak dalam kerusuhan itu. Dilakukan oleh orang-orang dewasa di sekitar makam," kata Ketua KPAI Hadi Supeno kepada detikcom, Senin (10/5/2010).

Menurut Hadi, hasil investigasi KPAI menemukan indikasi dua pihak yang bersalah menyebabkan anak-anak terluka. Mereka adalah Satpol PP dan bahkan orang-orang dewasa di sekitar makam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang bersalah membuat anak-anak terluka itu Satpol PP, dan yang membekali anak-anak dan memfasilitasi alat-alat perang itu orang dewasa di sekitar makam," jelasnya.

Namun, lanjut Hadi, pihaknya enggan menjelaskan siapa orang-orang dewasa yang mengerahkan anak-anak untuk ikut dalam kerusuhan dengan Satpol PP. Tugas polisilah untuk mencari siapakah orang-orang dewasa itu.

"Siapa itu? Tugas polisi menyelidikinya. Kita hanya menemukan yang bersalah, ya Satpol PP dan orang dewasa itu," jelasnya.

Hadi juga menyalahkan Satpol PP yang tidak mundur, ketika tahu ada anak-anak yang ikut dalam kerusuhan itu. Anak-anak seharusnya dilindungi bukan malah dijadikan korban kerusuhan itu.

"Harusnya sudah tahu ada anak-anak, ya mundur saja. Bukan malah melakukan kekerasan terhadap anak," imbuhnya.

Hadi menjelaskan orang-orang dewasa yang mengerahkan anak-anak untuk ikut dalam bentrokan di Koja beberapa waktu lalu menggunakan cara cuci otak. Anak-anak dibuat seolah-olah secara sukarela ikut dalam bentrokan dengan Satpol PP tersebut.

"Yang terjadi itu mereka diberi gambaran indah dan buruk. Kalau membela nanti akan masuk surga dan menolak nanti akan masuk neraka. Kan itu cuci otak namanya," ungkapnya.

Hingga kini pihak KPAI masih rapat untuk memberikan rekomendasi mengenai kasus kerusuhan di Koja. KPAI akan menggelar jumpa pers untuk menjelaskan hasil investigasi KPAI mengenai rusuh di Koja.
(gus/fay)


Berita Terkait