"Hari ini kita jadi ke Mabes. Ustad Abu kemungkinan ikut juga. Dari kemarin sudah ada di Jakarta," kata salah seorang anggota TPM, Muannas, kepada detikcom, Senin (10/5/2010).
Muannas mengatakan, rencananya keluarga dari 12 orang yang diduga teroris juga akan ikut beserta simpatisan JAT. Mereka akan meminta penjelasan alasan penangkapan keluarganya yang dikait-kaitkan dengan teroris di Aceh. Padahal dalam penangkapan tersebut tidak ada surat penangkapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Muannas, Polri sengaja mengalihkan isu pajak dan ketidakhamonisan internal Polri dengan isu terorisme. Anggota JAT yang ditangkap di Pejaten, Jakarta Selatan, tidak ada hubungannya dengan tersangka teroris yang latihan di Aceh. Bahkan penangkapan di Aceh seharusnya dibuktikan dahulu mereka teroris apa bukan.
"Ini mengalihkan kasus internal Polri itu dengan Susno. Kasus ini sebenarnya nggak ada sama dengan yang ledakan di Depo Plumpang. Semua yang ditangkap itu dibebaskan nggak ada diadili," jelasnya.
Karena itu, pihak TPM bersikeras ingin bertemu petinggi Polri untuk meminta kejelasan penangkapan.
Massa rencananya akan berkumpul di kantor TPM, Jl Pondok Pinang I No 9, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
"Kumpul dulu di kantor TPM. Sekitar pukul 10.00-11.00 WIB ke Mabes Polri," ujarnya.
(gus/nrl)











































