Selebaran Black Campaign Calon Bupati Beredar di Asahan

Selebaran Black Campaign Calon Bupati Beredar di Asahan

- detikNews
Senin, 10 Mei 2010 01:01 WIB
Medan - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, black campaign mulai beredar. Pasangan Taufan Gama Simatupang Surya, menjadi korban dengan isu black campaign berbau SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan).

Kasusnya dilaporkan ke polisi. Masalah selebaran itu, dilaporkan Amir Munthe, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Damai Sejahtera (PDS) Kabupaten Asahan ke Polres Asahan dan Panwaslu Asahan pada Minggu sore.ย 

Dalam kedua laporan tersebut, Amir Munthe menyatakan pihaknya tidak pernah membuat imbauan dalam bentuk selebaran yang mengesankan pasangan Taufan dan Surya membuat kontrak politik dengan PDS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melaporkan kasus ini karena menyangkut nama baik partai dan marwah pasangan tersebut. Kami berharap polisi maupun Panwaslu mengusut masalah ini," kata Amir Munthe dalam keterangannya kepada wartawan di Kisaran, ibukota Asahan, Minggu (9/5/2010).
ย 

Selebaran yang dipersoalkan itu mulai beredar sejak beberapa hari lalu. Dalam selebaran tersebut, yang melampirkan logo PDS, disebutkan pasangan Taufan Surya telah membuat perjanjian dengan PDS dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) yang intinya pasangan tersebut terpilih, mereka akan mengangkat sekretaris daerah dari kalangan umat Kristiani, demikian juga posisi camat dan kepala dinas.
ย 
Selain itu, dalam selebaran tersebut, Taufanย  Surya juga dinyatakan akan mendukung dana pembentukan Provinsi Tapanuli. Sebab itu, dalam selebaran tersebut diimbau agar masyarakat Kristiani di Asahan untuk memilih pasangan Taufan dan Surya.

Selebaran ini ditengarai untuk mengurangi simpati bagi pasangan tersebut dari pemilih kalangan Islam. Selain itu juga dikhawatirkan akan membuat perpecahan masyarakat di kabupaten tersebut.

"Kita tidak tidak pernah membuat imbauan seperti itu, hal ini sangat merugikan citra partai. Memang PDS mendukung pasangan tersebut, tetapi kita tidak pernah membuat kontrak politik seperti itu. Kita mendukung Taufan dan Surya karena keduanya bersangkutan merupakan seorang nasionalis religius yang selalu menghargai dan menghormati kemajemukan," ujar Amir Munthe.

Amir Munthe menduga, selebaran ini sengaja diedarkan ke masyarakat karena persaingan menjelang Pilkada 2010. Dia mengecam sikap-sikap tidak terpuji para oknum tidak bermoral yang telah membuat surat selebaran palsu dengan menggunakan nama PDS dan mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai selebaran palsu tersebut.

Pilkada Asahan akan berlangsung 12 Mei mendatang. Ada tujuh kandidat yang akan bersaing untuk merebut posisi bupati dan wakil bupati. Selain Asahan, pada saat yang bersamaan akan berlangsung juga Pilkada di sembilan kabupaten dan kota lainnya di Sumut.

(rul/Rez)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads