"Daripada dapat bala, bagus cepat melarikan diri," kata seorang pria, tamu undangan dalam acara perkawinan tersebut.
Â
Hal yang sama juga terjadi di pusat perbelanjaan Plaza Medan Fair, Jl Gatot Subroto, Medan. Para pengunjung berlarian turun dari lantai atas karena khawatir akan dampak gempa.
"Kami langsung turun dan batal belanja. Takut gedungnya runtuh," ujar Shanti salah seorang pengunjung Plaza Medan Fair.
Selain mengakibatkan ketakutan warga Medan, gempa juga menyebabkan arus lalu-lintas di sejumlah ruas jalan di Medan menjadi macet. Kemacetan parah terjadi di Jl Putri Hijau Medan, mulai dari persimpangan Jl Glugur By Pass hingga jembatan layang Pulo Brayan Medan.
Â
Staf Analisis Geofisika BMG Medan, Buha M. Simanjuntak mengatakan, pusat gempa berada di 3,61 Lintang Utara, 95,84 Bujur Timur dengan kedalaman 30 kilometer, sekitar 66 kilometer Barat Daya, Meulauboh, Kabupaten Aceh Barat, NAD.
"Warga yang berada di Pantai Barat Sumatera diimbau untuk waspada karena gempa berpotensi menimbulkan tsunami," kata Simanjuntak.
Simanjuntak juga mengatakan, getaran gempa yang dirasakan di daerah Meulaboh dan sekitarnya mencapai 6 MMI (Modifiet Mercally Intensity), sedang di Medan, Sumatera Utara (Sumut) sekitar 2 MMI. (rul/) (rul/anw)











































