"Terpaksa kita larikan Juhri ke UGD, karena luka pada kepalanya belum sembuh. Sekitar pukul 21.00 WIT tadi Juhri pusing dan muntah-muntah. Kemungkinan ada benturan pada kepalanya akibat pemukulan itu," ujar Koresponden SCTV, Sahlan Heluth, kepada detikcom, di UGD RS GPM.
Juhri sendiri, saat ini terpaksa di infus. Luka pada kepalanya semakin membengkak. Begitu pun pada bagian bawah kedua matanya terlihat hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat kembali dari pertemuan itu, Juhri tiba-tiba pusing dan jatuh. Dia pingsan sesaat. Kemungkinan daya tahan tubuhnya tidak kuat," ujar Sahlan.
Koresponden TvOne
Menyikapi insiden itu, sejumlah wartawan Maluku, melakukan pertemuan di kantor Harian Siwalima untuk menyikapi kasus kekerasan ini.
Dari pertemuan itu, ternyata aksi pemukulan bukan saja diderita Juhri, tapi juga Koresponden TvOne Harry Radjabaikole dan Wartawan Harian Suara Maluku Yosi Linansera.
Akhir dari pertemuan itu melahirkan beberapa butir pernyataan sikap antara lain:
1. Menolak seluruh bentuk kekerasan dan kriminalisasi terhadap pers
2. Mendukung dan mendorong percepatan proses hukum dan juga mengacu pada UU Pers No 40/1999
3. Mendesak pihak kepolisian untuk segera memanggil hakim T Oyong guna diperiksa
4. Meminta PN Ambon untuk menjelaskan secara transparan kepada pers di Maluku tentang dasar hukum mana yang melarang wartawan melakukan peliputan sidang kasus korupsi yang dilakukan secara terbuka
5. Wartawan yang dipanggil sebagai saksi oleh pihak kepolisian harus sepengetahuan pemimpin redaksi
6. Mendesak agar penanganan kasus ini diungkap secara transparan mulai tingkat kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan
7. Mendesak PN Ambon untuk mengganti rui kamera milik Juhri Samanery, akibat dirusaki.
Direncanakan, Senin (10/5/2010), wartawan Maluku yang tergabung dalam solidaritas wartawan anti kekerasan bersama sejumlah OKP dan Ormas akan menggelar aksi demo di PN Ambon.
"Kami akan duduki kembali PN Ambon, Senin esok. Konsolidasi dan persiapan fisik lainnya sudah dilakukan," tandas Mey Rahail, Koresponden Radio Elshinta Jakarta.
(han/irw)











































