Dari yang Berprofesi Sebagai Dokter, Guru Mengaji, Hingga Masih Kuliah

Penggerebakan Teroris

Dari yang Berprofesi Sebagai Dokter, Guru Mengaji, Hingga Masih Kuliah

- detikNews
Sabtu, 08 Mei 2010 21:37 WIB
Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan 12 orang terkait dugaan tindak pidana terorisme. Mereka ada yang berprofesi sebagai dokter dan guru mengaji. Namun, paling banyak diketahui masih duduk di bangku kuliah.

"Mereka (ditahan) di Mako Brimob berdasarkan kabar yang beredar," kata salah satu anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Muannas saat ditemui di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (8/5/2010).

Muannas merinci, 12 orang itu ditangkap pada Kamis (6/5), sore, di 4 titik yang berbeda. Di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Densus membekuk Syarif Usman. Pria yang berprofesi sebagai dokter ini ditangkap saat sedang bersama keluarga dan anak-anaknya.

"Saat ditangkap dia sedang bersama keluarga dan anak-anak," jelas Muannas.

Muannas melanjutkan, 7 orang ditangkap Densus 88 di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka adalah Sholehudin, Yanto Abdilah, Firman Firdaus, Ustadz Mahali Abdul Jabal, Andriansyah, Agus, serta Untung. Tiga yang pertama masih mahasiswa sementara Ustadz Mahali merupakan guru mengaji.

Sementara di Setu, Bekasi, Jawa Barat, polisi membekuk 3 orang, yakni Haryadi Usman, Hening Pujianti dan Abdilah. Haryadi dan Hening merupakan suami istri, sedangkan Abdillah juga masih mengenyam bangku kuliah.

"Di Petamburan ditangkap 1 orang, namanya Nanang Purwoko," papar Muannas.

Muannas tidak mengelak bahwa ke-12 kliennya itu merupakan anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Ia juga mengakui adanya hubungan para tersangka dengan para teroris yang ditangkap di Aceh.

"Kebanyakan dari mereka yaitu jamaah pengajian JAT. Kalau mereka dikaitkan dengan persoalan di Aceh, memang mereka pernah ketemu di MMI," pungkasnya.
(irw/irw)


Berita Terkait