"Pembentukan Setgab ini menunjukkan Pak Ical yang sudah lama malang melintang di dunia politik dan dengan dukungan finansial yang luar biasa," kata pengamat politik Burhanudin Muhtadi usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/5/2010).
Menurut Burhanudin, Golkar bermain dengan cerdas dalam koalisi dengan Demokrat. Dengan perolehan kursi kedua terbanyak di DPR, daya tawar partai beringin itu semakin kuat.
"Ini menunjukkan betapa cerdasnya Partai Golkar dan lugunya partai lain.
Matematika Partai Golkar memiliki kursi di DPR nomor 2 menjadi daya tawarnya. Jika hitungannya Partai Golkar dan Partai Demokrat saja sudah 45 persen, itu belum ditambah partai lain," paparnya.
Sementara itu, untuk partai mitra koalisi seperti PAN, PKB dan PPP tidak bisa berbuat banyak dalam koalisi. Meski mereka sudah loyal sejak awal, Demokrat sepertinya lebih melirik Golkar, walau dalam kasus Century telah dianggap 'berkhianat'.
"Dari awal PAN, PKB, dan PPP selalu memperoleh kekecewaan. Mereka hanya bisa berharap dari reshuffle dan penambahan jatah menteri. Jika tidak ada, maka selamanya PKB dan PAN akan berharap mimpi kosong," tutupnya.
(mad/fay)











































