Air Jarang, Warga Jakarta Kian Meradang

Krisis Air Jakarta

Air Jarang, Warga Jakarta Kian Meradang

- detikNews
Jumat, 07 Mei 2010 14:30 WIB
Air Jarang, Warga Jakarta Kian Meradang
Jakarta - Semakin banyak warga Jakarta yang kelimpungan akibat krisis air bersih di Ibukota. Keluhan mereka beragam. Dari membeli air ratusan ribu rupiah, sampai meminta air tetangga. Mereka juga mengaku kapok dengan pelayanan Palyja dan Aerta yang tidak bisa dipegang janjinya.

Seperti dituturkan Antonius Rudi Permana warga Matraman Jakarta Timur. Dalam surat pembaca yang dilayangkan kepada detikcom, Jumat (7/5/2010) ia mengaku tidak bisa mencuci baju dan buang air besar karena ketiadaan air.

"Untuk mandi, saya minta air ke tetangga yang masih menggunakan pompa tangan. Walaupun airnya keruh," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boy Daniel, warga Jakarta lainnya, bahkan harus merogoh kocek dalam-dalam agar bisa membeli air bersih. Dia sangat kecewa dengan layanan Aetra yang tidak memberikan penjelasan ke pelanggan.

"Saya sampai harus pesan air isi ulang 1 tangki 8.000 liter Rp 400.000 untuk ditampung. Saya langsung telepon tukang pompa air tanah. Kapok pakai Aetra! Menelantarkan hidup banyak orang!" keluh Boy.

Pelanggan Palyja, juga tidak kalah pusingnya. Eiric Bachtiar mengeluhkan Palyja yang kerap mematikan air seenaknya. Bahkan Palyja mematikan air tidak sesuai dengan janji mereka.

Warga lain Eiric Bachtiar, warga Krukut yang sudah tidak mendapat suplai air bersih sejak April lalu kecewa dengan pelayanan PAM Palyja

"Jika dilihat di web palyja.co.id pada tanggal 27 April, tertera kalau air akan dimatikan pada pukul 10.00 WIB pagi. Tapi nyatanya, pukul 05.00-07.00 WIB pagi sudah mati," tukasnya.

Yang semakin membuat mereka meradang, tagihan air tetap datang. Padahal hanya pelayanan buruk yang mereka dapatkan.

(dip/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads