"Kami sudah menghubungi seluruh pelanggan dan juga melalui SMS kepada pelanggan," ujar Wakil Presiden Direktur Palyja Herawati Prasetyo di kantor Palyja, Jl Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (7/5/2010).
Menurut Herawati, Palyja juga sudah mengirim 22 mobil tangki ke pelanggan yang kurang mendapat pasokan air bersih. Pengiriman diutamakan untuk pelanggan yang ada di RS dan sarana sosial.
Corporate Secretary PT Aetra, Yosua Tobing, mengatakan, Aetra memberi pengumuman matinya air kepada pelanggan melalui call center.
"Kita beri tahukan lewat call center," kata Yosua.
Palyja menerapkan suplai air bergilir mengingat pasokan air bersih Palyja belakangan ini mengalami gangguan akibat terganggunya pasokan air baku oleh pihak ketiga.
Gangguan pasokan air baku ini disebabkan debit air dari Kali Bekasi menurun karena berkurangnya curah hujan dan karena suplai dari Curug tidak maksimal (pompa terendam lumpur/pasir karena banjir). Gangguan air bersih dialami pelanggan khususnya yang berada di wilayah Jakarta Barat dan sebagian Jakarta Pusat dan Selatan.
Sedangkan Aetra yang melayani 382.000 pelanggan mengumumkan, terjadi kerusakan pompa air baku di Instalasi Pengolahan Air Pulogadung yang mengakibatkan terhentinya suplai air bersih di sebagian Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Timur.
Kerusakan pompa air baku ini disebabkan karena terendamnya pompa air baku tersebut sehingga Instalasi Pengolahan Air Pulogadung tidak dapat beroperasi sebagaimana biasanya.
Meski Palyja dan Aetra sudah memberitahu, namun pelanggan Palyja di kawasan Krukut, Eiric Bachtiar, mengaku pemberitahuan yang dilakukan dua operator air itu tidak tepat.
"Jika dilihat di palyja.co.id pada 27 April tertera kalau air akan di matikan pada pukul 10.00 WIB. Tapi nyatanya pukul 05.00 WIB-07.00 WIB air sudah mati," kata Eiric yang mengaku air di rumahnya mati sejak 27 April 2010.
(nik/fay)










































