"Konsumen Palyja paling lambat besok malam sudah normal. Untuk PT Aetra paling lambat 80 persen juga sudah normal sementara 20 persen lainnya menunggu sampai Senin malam," ujar Foke.
Foke mengatakan itu dalam jumpa pers dengan Palyja dan Aetra di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/5/2010).
Menurut Foke, pihaknya akan memetik hikmah dari seretnya pasokan air bagi kebutuhan sebagian warga Jakarta. Pihaknya meminta Palyja dan Aetra untuk lebih tanggap menghadapi kekurangan pasokan air.
"Kita sampai saat ini sudah minta bantuan tangki air dan itu sudah dilakukan. Namun tentu saja itu tidak cukup untuk memenuhi kekurangan suplai air," jelas Foke.
Foke juga mengimbau kepada warga Jakarta untuk menghemat konsumsi air bersih. "Dengan ini juga saya mengimbau warga jakarta untuk menghemat penggunaan konsumsi air. Karena air bisa menjadi mahal harganya dalam tanda kutip," imbuhnya.
Palyja menerapkan suplai air bergilir mengingat pasokan air bersih Palyja beberapa belakangan ini mengalami gangguan akibat terganggunya pasokan air baku oleh pihak ketiga.
Gangguan pasokan air baku ini disebabkan debit air dari Kali Bekasi menurun karena berkurangnya curah hujan dan karena suplai dari Curug tidak maksimal (pompa terendam lumpur/pasir karena banjir). Gangguan air bersih dialami pelanggan khususnya yang berada di wilayah Jakarta Barat dan sebagian Jakarta Pusat dan Selatan.
Sedangkan Aetra yang melayani 382.000 pelanggan mengumumkan, terjadi kerusakan pompa air baku di Instalasi Pengolahan Air Pulogadung yang mengakibatkan terhentinya suplai air bersih di sebagian Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Timur.
Kerusakan pompa air baku ini disebabkan karena terendamnya pompa air baku tersebut sehingga Instalasi Pengolahan Air Pulogadung tidak dapat beroperasi sebagaimana biasanya.
(nik/nik)











































