"Kalau perlu, saya minta kalau ada penyegaran sekaligus," kata Ruhut saat dihubungi detikcom, Jumat (7/5/2010).
Ruhut mengatakan, meski ketegangan antarpartai koalisi mulai mengendur menyusul pengunduran diri Sri Mulyani, namun hal itu perlu tetap diwaspadai.
"Walaupun koalisi sekarang ibarat cinta bersemi kembali, tetapi tetap harus waspada. Saya ingat bagaimana peristiwa Pansus (Century), kita dikhianati partai koalisi," kata Ruhut.
"Kami ingat Fahri Hamzah dari PKS, Bambang Soesatyo dari Golkar, Chandra dari PAN, Ana Muawanah dari PKB, Romi dari PPP," sebut Ruhut tentang nama-nama anggota parpol koalisi yang dianggap berkhianat itu.
Namun demikian, mantan pemain sinetron Gerhana ini tetap menyerahkan keputusan reshuffle kepada Presiden SBY.
"Kita serahkan kepada ketua dewan pembina kita, presiden kita, founding father kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono," kata dia.
(lrn/fay)











































