"Kami mau koordinasi dengan Pak Gubernur," ujar Wakil Presiden Direktur Palyja Herawati Prasetyo, di kantor Palyja, Jl Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (7/5/2010).
Selain Herawati, dari pihak Aetra yang dipanggil adalah Presiden Direktur Aetra Syahril Japarim.
Sebelumnya kepada detikcom, Kabid Informasi dan Telekomunikasi Pemprov DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, Foke menegur Haryadi. Haryadi diperintahkan segera melakukan perbaikan pada saluran distribusi air di wilayah DKI Jakarta.
Palyja menerapkan suplai air bergilir mengingat pasokan air bersih Palyja beberapa belakangan ini mengalami gangguan akibat terganggunya pasokan air baku oleh pihak ketiga.
Gangguan pasokan air baku ini disebabkan debit air dari Kali Bekasi menurun karena berkurangnya curah hujan dan karena suplai dari Curug tidak maksimal (pompa terendam lumpur/pasir karena banjir). Gangguan air bersih dialami pelanggan khususnya yang berada di wilayah Jakarta Barat dan sebagian Jakarta Pusat dan Selatan.
Sedangkan Aetra yang melayani 382.000 pelanggan mengumumkan bahwa terjadi kerusakan pompa air baku di Instalasi Pengolahan Air Pulogadung sejak malam hari tadi yang mengakibatkan terhentinya suplai air bersih di sebagian Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Timur.
Kerusakan pompa air baku ini disebabkan karena terendamnya pompa air baku tersebut sehingga Instalasi Pengolahan Air Pulogadung tidak dapat beroperasi sebagaimana biasanya.
(nik/fay)











































