"Masalahnya selalu seperti ini. kalau bukan air kotor, air tidak mengalir. Ini kan tidak profesional," ujar Ketua Forum Warga Jakarta, Azas Tigor Nainggolan kepada detikcom, Kamis (6/5/2010) malam.
Tigor menjelaskan walaupun terikat kontrak dengan dua perusahaan itu, namun Pemprov tidak salah jika memutuskan kontrak penyediaan air bersih. Alasannya jelas, kedua perusahaan ini sudah tidak mampu lagi menyediakan air bersih bagi warga Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tigor pun meminta agar Direktur PAM Jaya Haryadi Priyo Utomo segera diganti. "Gubernur juga harus ganti Direktur PAM. masih banyak orang yang lebih baik," pungkasnya.
(rdf/fiq)











































