"Air PAM mati melulu. Pengelolaan air baku bagaimana? Apa dari awal tidak ada perencanaan yang matang? Jangan pikirkan keuntungan sepihak. Pikirkan kerugian orang banyak," tulis seorang pelanggan air PAM, Temmy, melalui infoanda detikcom, Jumat (7/5/2010) dini hari.
Keluhan lain disampaikan puluhan warga Jakarta. Sudah lebih dari sehari air tidak mengalir normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Resfiando menulis. "Sudah 2 hari, suplai air di Rawamangun, Jakarta Timur berhenti. Tidak ada yang mau bertanggung jawab untuk mengatasi permasalahan ini. Aetra sudah tidak layak lagi mengurus suplai air. Kalau urusan tagihan, cepatnya bukan main, tapi kalo sudah mandek gini cuma diam saja," tulisnya.
Warga pun meminta kejelasan dari operator perusahan air bersih. Mereka menuntut ada perbaikan pelayanan.
"Hampir seluruh pelanggan Aetra di Jakarta Timur-Jakarta Utara-Jakarta Pusat krisis air. Kapan pihak Aetra memberi penjelasan resmi melalui media cetak atau media elektronik kepada pelanggannya? Jika Pompa rusak sampai kapan pasokan air kembali normal?" tanya Anna.
(rdf/fiq)











































