Pengacara Kompol Arafat: Tim Penyidik Harus Mampu Cari Tersangka Baru

Markus Pajak Rp 28 M

Pengacara Kompol Arafat: Tim Penyidik Harus Mampu Cari Tersangka Baru

- detikNews
Kamis, 06 Mei 2010 22:32 WIB
Pengacara Kompol Arafat: Tim Penyidik Harus Mampu Cari Tersangka Baru
Jakarta - Pengakuan Kompol Arafat dalam sidang kode etik membuka jejak makelar kasus di kasus Gayus Tambunan. Diharapkan tim harus mampu mencari tersangka lainnya. Jangan hanya Arafat dan penyidik level bawah yang dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Arafat Firmansyah Zaidan saat dihubungi wartawan, Kamis (06/05/2010). Dia menjelaskan, apa yang dilakukan kliennya dalam memproses perkara tersebut, semuanya merupakan sepengetahuan dan perintah pimpinan.

"Disana ada Kepala tim, kepala unit, dan  direktur. Dan bahkan menurut keterangan Arafat, Kabareskrim pun pada waktu itu telah memberikan arahan dan perintah terkait penanganan perkaranya," kata Firmansyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Firmansyah, apa yang disampaikan Arafat dalam sidang kode etik, mestinya tim penyidik harus dapat mencari tersangka lainnya. Bagaimanapun, apa yang dikerjakan Arafat tidak mungkin dilakukannya sendiri.

"Makanya kita pertegas, agar tim penyidik harus mampu mencari tersangka lainnya sesuai keterangan Arafat dalam persidangan itu. Klien sayakan sudah buka-bukaan dipersidangan kode etik. Jadi tim penyidik harus mampu untuk itu," kata Firmansyah.

Firmansyah juga menyatakan, soal tindakan Susno yang pernah memanggil langsung Arafat, tanpa melalui sejumlah pimpinan lainnya seperti kepala tim, kepala unit, dan direktur, hal itu dinilai sebagai bentuk intervensi.

"Memang Susno membantah kalau itu bentuk intervensi. Dia menyebut pemanggilan itu sebagai bentuk kontrol berarti Komjen Pol Susno Duadji mengakui  bahwa dia mengetahui seluruh proses penyidikan ini dari awal. Apa yang dilakukan Kompol Arafat dalam proses penyidikan bukanlah tindakan penyidikan yang liar karena semua proses tersebut diketahui dan merupakan keputusan pimpinan" kata Firmansyah.

(cha/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini