UNESCO pun mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan penelitian mendalam pada situs bawah air tersebut dan memamerkan situs itu di museum.
"Sangat disayangkan untuk mengizinkan situs budaya yang bernilai sejarah dan memiliki nilai arkeologis ini dihambur-hamburkan," ujar Bokova dalam keterangan pers UNESCO, Rabu (5/5/2010).
Bokova menilai situs kapal karam di perairan Cirebon itu, memiliki nilai yang luar biasa. Penemuan di kapal karam itu bisa menunjukkan bagaimana budaya dan perdagangan berabad lampau.
Dalam lelang kemarin, dilelang 271.384 total koleksi harta karun. Mulai dari keramik, kristal, emas dan perhiasan. Namun karena tidak ada peserta lelang, akhirnya lelang tersebut ditutup.
(rdf/fiq)











































