"Sri Mulyani mundur itu satu sifat yang ksatria, gentle women. Dia berani, bisa jadi contoh untuk pejabat publik yang lain. Dia smart women," ujar Ketua DPD RI Irman Gusman dalam jumpa pers usai pertemuan enam pimpinan lembaga negara di Graha Bimasena, Jl Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (6/5/2010).
Sementara itu Ketua BPK Hadi Purnomo juga memberikan apresiasi kepada Sri Mulyani. "Untuk penggantinya paling tidak mampu untuk menunjukan komitmen yang kuat dan jati diri yang sangat kuat untuk melaksanakan tugasnya," kata Hadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pujian juga datang dari Ketua MPR Taufiq Kiemas. Terpilihnya Sri Mulyani sebagai managing director oleh Bank Dunia menurutnya sebuah prestasi.
"Luar biasa jasa Ibu Sri Mulyani ini adalah yang mempercepat kita menjadi anggota G 20. Sebab dengan anggota itu, kita kemana-mana secara martabat tinggi sekali, karena negeri yang punya harapan untuk maju bisa membantu dunia ini untuk lebih maju. Jasanya bukan main," puji suami Megawati ini.
Hal senada juga datang dari Ketua MK Mahfud MD. Dirinya mencoba berempati dan berandai-andai jika menjadi seorang Sri Mulyani.
"Seumpama menjadi Sri Mulyani ya kira-kira seperti yang sudah dia lakukan itu. Dia tetap menjadi menteri diusir, dia keluar disalahkan lagi. Dia kan punya hak asasi. Hak asasi itu perlu dihargai. Soal dihargai orang luar dan di kecam di dalam negeri ya itu bukan urusan kita. Ibu Sri harus diberi kesempatan untuk mengekpresikan hak asasi dia," papar Mahfud.
Yang terakhir dari Ketua KY Busyro Muqoddas. Dia tidak banyak komentar namun tidak berbeda dengan yang lainnya. "Saya idem saja sama yang lain," tutur Busyro singkat.
(mpr/Rez)











































