"Sebaiknya figur yang bisa kerjasama dengan parlemen. Tidak harus politisi, birokrat karir tidak apa-apa, selama dia punya kemampuan komunikasi politik yang baik," kata Ketua DPP PAN bidang Komunikasi Politik, Bima Arya Sugiarto, melalui telepon, Kamis (6/5/2010).
Kemampuan komunikasi politik wajib dimiliki terkait perkembangan politik pasca Pansus Century. Tidak dipungkiri ada sejumlah anggota DPR yang mengambil sikap cenderung antipati terhadap pemerintah, aksi walk out Fraksi PDIP dan Hanura dalam rapat paripurna pengesahan RUU APBNP 2010 membuktikannya.
Menurut mantan pengamat politik ini, peluang menggantikan Sri Mulyani terbuka baik untuk birokrat karier Kemkeu maupun tokoh dari luar lingkungan tersebut. Kualifikasi terpenting yang harus dimiliki adalah cepat beradaptasi dan mampu melanjutkan program reformasi birokrasi dengan intergritas dan independensi tinggi
"Kriteria khusus tentu saja berkaitan dengan kapabilitas menghadapi proses
pemulihan krisis global yang sekarang juga masih menghadapi banyak sekali tantangan. Tentunya juga memiliki pendekatan kepemimpinan dan manajerial tidak jauh beda dengan Sri Mulyani," sambung Bima.
Apakah kader PAN ada yang memenuhi kualifikasi itu dan akan diusulkan ke Presiden SBY?
"Kami tidak mengusulkan nama. Kami serahkan pada presiden untuk memilih putra terbaik. Mengintervensi presiden dengan memaksakan nama, adalah tidak tepat dalam sistem presidentil kita," pungkas Bima.
(irw/irw)










































