Seperti dilansir oleh Malaysian Mirror, Kamis (6/5/2010), hal ini diungkapkan oleh anaknya, Sultan Tengku Muhammad Faris Petra, yang disampaikan Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Kelantan, Mohd Halim Hamad.
Pangeran Faris telah menginstruksikan kepala kepolisian, Rahim Hanafi untuk menyediakan penjagaan di sekeliling Sultan Kelantan pada saat pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit University Sains Malaysia (USM) di Kubang Kerian pada hari Selasa (4/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohd Halim juga menyampaikan, saat ini Tengku Faris fokus pada keselamatan kedua orang tuanya. Ia juga menghindari intervensi dari pihak luar dalam menyelesaikan masalah ini.
Jumat lalu, empat penyerang tidak dikenal menembak penjaga Istana, Ramli Mohammad dalam jarak dekat pada pukul 12.35 siang. Ramli langsung dilarikan ke Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab Hotel II. Saat ini, Ramli masih dalam keadaan koma karena dokter belum berhasil mengangkat peluru dari dadanya.
Pada hari Selasa (4/5/2010) kemarin, Sultan gagal pergi ke Singapura untuk perawatan kesehatannya pukul 11.00 siang, karena pesawat yang dicarternya tidak diperbolehkan mendarat. Sultan dan rombongannya yaitu Tengku Tengku Anis, Tengku Temenggong Tengku Muhammad Fakhry dan dokter pribadinya, mencoba berangkat untuk kedua kalinya pada pukul 19.00 malam.
Namun rombongan disergap pasukan bertopeng yang ternyata adalah polisi. Rombongan ini lalu digiring ke RS USM Kubang Kerian. Kekisruhan ini adalah buntut dari perebutan kekuasaan antar pewaris tahta Kelantan yaitu Pangeran Faris dan suami Manohara, Pangeran Fakhry. Menurut versi Manohara, dia sudah bercerai dengan suaminya itu.
(fay/fay)











































