Ada Usulan Keluarga Pimpin PD, Calon 'Kuda Hitam' Incar Kongres II

Jelang Kongres PD

Ada Usulan Keluarga Pimpin PD, Calon 'Kuda Hitam' Incar Kongres II

- detikNews
Kamis, 06 Mei 2010 12:52 WIB
Ada Usulan Keluarga Pimpin PD,  Calon Kuda Hitam Incar Kongres II
Jakarta - Meski sayup-sayup terdengar, isu 'kuda hitam' mulai menghantui kompetisi pemilihan ketua umum DPP Partai Demokrat (PD). Isu itu muncul saat keluarga SBY mulai 'membangun kebersamaan' akibat terjadinya kompetisi yang makin keras antar kandidat dan adanya semangat menolak kontestan selain dari keluarga besar SBY.

Sumber detikcom di internal PD mengungkapkan, ada tokoh cukup berpengaruh di lingkungan keluarga besar SBY yang menginginkan penerus Hadi Utomo harus dari kalangan keluarga juga. Tokoh ini kecewa terhadap sikap SBY yang konon hanya merestui kepada para kandidat yang ada sekarang yang merupakan bukan dari keluarga besar.

"Mengapa partai diberikan ke orang lain? Kan dari keluarga sendiri juga ada yang bisa," ujar sumber detikcom mengutip pernyataan salah satu keluarga besar SBY yang ingin mengusulkan trah keluarga, Kamis (6/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, upaya meloloskan keluarga besar SBY di Partai Demokrat telah dirintis jauh hari sebelum munculnya nama Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Marzukie Alie sebagai caketum. Alasan tokoh yang ingin agar SBY merestui keluarga menjadi ketua umum PD adalah karena Hadi Utomo (HU), Ketua Umum DPP PD 2005-2010 sekaligus anggota keluar besar SBY, terbukti bisa memberikan kemenangan kepada PD dan SBY dalam pemilu lalu.

"Alasan yang diajukan, Pak HU selaku Ketum DPP PD jelas berjasa besar di Pemilu dan Pilpres 2009 sehingga SBY terpilih lagi sebagai Presiden RI," ujar sumber detikcom.

Tetapi usulan itu kabarnya ditolak mentah-mentah oleh SBY. Ketua dewan pembina PD ini berkeras harus terjadi regenerasi dalam kepemimpinan Partai Demokrat. SBY tidak mau mengakomodir usulan keluarganya yang menyorongkan nama Agus Hermanto sebagai pengganti Hadi Utomo.

Penolakan SBY ini rupanya mendapatkan dukungan dari keder PD dan anggota DPR dari FPD. Mereka menginginkan Kongres II kali ini menjadi momentum untuk menjadikan PD sebagai partai modern yang tidak tergantung kepada sosok tertentu dan menjadi partai keluarga besar.

Sumber lain detikcom di lingkungan Cikeas membenarkan informasi soal terjadinya gesekan antar keluarga soal calon pengganti Hadi Utomo itu. Menurutnya, SBY sempat marah atas tindakan si tokoh berpengaruh yang terus berusaha mendorong agar ketua umum DPP PD terus dipegang oleh anggota keluarga SBY.

"Mungkin sampai sekarang Pak SBY masih gusar, jadi sedikit nggak enak hubungan mereka," ujar sumber di Cikeas yang ditemui detikcom secara terpisah.

Perkembangan suasana kompetisi caketum DPP PD menjelang Kongres II di Bandung memang mulai mengalami penurunan. Suasana kompetisi lebih didominasi oleh Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Keduanya seolah berganti-gantian melakukan klaim mendapat dukungan terbanyak dan restu SBY.

Sebaliknya nama Marzuki Alie relatif jarang muncul di media massa serta pembicaraan DPD dan DPC dalam konteks bursa ketum PD. Apakah sikap diam dari politisi senior PD yang menjabat Ketua DPR itu akan menjadi tanda dan isyarat titik kompromi dan kuda hitam atau malah kembali kepada anggota keluarga SBY yang terpilih sebagaimana Kongres I PD yang menetapkan Hadi Utomo?

Yang pasti Kongres I PD lima tahun silam di Bali mencatat sejarah dan bukti nyata bahwa kasus 'kuda hitam' memang terjadi. Akankah dalam Kongres II di Bandung hal yang sama juga akan terulang?
(gah/gah)


Berita Terkait