Aksi bentrok "Kaos Merah" lawan aparat telah menewaskan 27 orang dan melukai ratusan lainnya. Oleh karena itu, para pendukung mantan PM Takshin Shinawatra itu tidak langsung percaya.
"Semua orang bisa hitung tanggalnya," kata Abhisit seperti dilansir AFP, Kamis (6/5/2010), saat ditagih tanggal pasti pembubaran Parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parlemen Thailand hari ini pun akan menggelar rapat terkait proses rekonsiliasi dan tanggal pembubaran parlemen. Para pentolan 'Kaos Merah' optimis perjuangan mereka sebentar lagi akan tuntas. Mereka meminta para pengikutnya tetap waspada, karena pemerintah kerap melanggar janji.
"Kami pasti ambil bagian dalam proses rekonsiliasi. Tapi kami tidak percaya Abhisit dan Partai Demokrat Thailand," kata seorang pemimpin 'Kaos Merah', Weng Tojirakarn.
Massa Kaos Merah di kamp mereka yang sempat mencapai 100.000 orang, kini perlahan-lahan turun jumlahnya. Kondisi mereka lama-lama makin tidak beraturan, tinggal di tenda-tenda sempit di musim penghujan, sementara sampah yang dibuang massa makin menggunung.
(fay/nrl)










































