Perayaan ini digelar sejak Kamis (6/5/2010) hingga Minggu (9/5/2010). Perayaan yang dipimpin tiga orang pendeta ini akan diikuti oleh umat Khonghucu, Tao, dan Buddha yang dari seluruh Bali, beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.
"Selain itu kami juga akan mengundang saudara-saudara umat Hindu dan Muslim yang ada di daerah Tanjung Benoa untuk hadir sebagai wujud persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama," jelas Ketua Panitia Upacara Liong Siu Yang, yang mempunyai nama Bali Nyoman Suyanti Adiartha.
Selain menggelar persembahyangan, dalam perayaan ini juga di gelar ritual Ci Suak massal. "Kami akan menggelar Ci Suak, dalam bahasa Balinya disebut mebayuh, buang sial,
atau ruwatan massal," kata Suyanti.
Klenteng Caow Eng Bio merupakan salah satu Klenteng tertua di Bali. Klenteng ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 masehi. Klenteng ini dibangun oleh
leluhur keturunan China yang datang ke Bali dari daratan Tiongkok sebagai pedagang.
(gds/nrl)











































