Surat itu dibawa anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang pembangunan dan otonomi daerah Ginandjar Kartasasmita ke tempat Ainun dirawat, di LMU Klinikum, Munich, Jerman.
"Isinya menyampaikan rasa atas nama pemerintah bangsa Indonesia, keluarga menyampaikan rasa keprihatian Presiden atas kondisi kesehatan Ibu Habibie," ujar Ginandjar usai bertemu SBY di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, mantan ibu negara ini sudah agak lama menderita semacam penyakit paru-paru yang lama sekali tidak mengganggu. Lalu Ainun pun mengalami gangguan pada bagian abdomen. Kemudian pada 24 Maret 2010 lalu, Ainun pun didiagnosa menderita tumor dan harus dioperasi 8 kali.
Hingga kini, imbuh Ginandjar, kondisi Ainun sudah stabil kendati belum keluar dari masa-masa kritis. Bila sudah keluar dari masa kritis, maka Ainun akan menjalani pemulihan selama 6-8 minggu untuk menjalani kemoterapi.
Semua biaya perawatan Ainun, jelas dia, ditanggung asuransi swasta Jerman, yang sudah diikuti Habibie dan istrinya sejak keduanya menikah tahun 1962. Ginandjar juga mengkhawatirkan kesehatan Habibie.
"Selama Pak Habibie di RS, beliau tidak pernah keluar dari RS. Ke ICU aja bolak-balik. Sehingga saya juga mengkhawatirkan kesehatan Pak Habibie sendiri," jelas Ginandjar.
(nwk/ken)










































