Hal tersebut disampaikan mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas, di sela-sela acara sosialisasi Barisan Tolak Terosisme di Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta, Rabu (5/5/2010).
"Selalu berbagai cerita, baik kepada keluarga, teman atau sanak keluarga lainnya. Santri-santri di pondok-pondok pesantren dan keluarga perlu dibekali tips seperti itu.Β Santri harus diajarkan katakan tidak pada kekerasan," ujar Nasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka merekrut dengan ideologi kemarahan dan selalu disumpah," ungkap Nasir.
Menurut Nasir, target rekrutmen oleh kelompok teroris adalah kalangan anak muda yang berperilaku pendiam dan tidak kritis. Contohnya, para pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton Jakarta.
"Sebaliknya orang yang kritis dan terbuka justru tidak akan direkrut," ungkap Nasir.
Teroris Aceh
Dalam kesempatan yang sama, Nasir juga berkomentar soal penangkapan sejumlah anggota kelompok teroris di Aceh. Menurut Nasir, para anggota teroris di Aceh tidak disiapkan sebagai 'pengantin' atau pelaku bom bunuh diri.
"Bukan untuk bom bunuh diri. Kelompok yang tertangkap di Aceh itu disiapkan untuk yang lain," kata Nasir.
Menurut Nasir, kelompok Aceh cenderung disiapkan sebagai pasukan lengkap. Mereka sudah dilengkapi dengan berbagai senjata dan amunisi.
"Mereka bisa menyerang hingga melakukan aksi yang lain, seperti asasinasi," katanya.
(djo/djo)










































