"Pengganti Ibu Sri Mulyani yang baru nanti akan tetap menjalankan kebijakan pemerintah yang mengedepankan kebijakan pro ekonomi dan kebijakan fiskal yang prudent," katanya di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (5/5/2010).
Ia mengatakan, dengan kebijakan tetap seperti itu bisa menjadi penyangga dan landasan serta plafon pembangunan perekonomian dan dunia usaha di Indonesia. SBY juga meminta reformasi di bidang keuangan, perpajakan dan bea cukai akan terus dijalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY meminta Sri Mulyani untuk malaksanakan dan menyelesaikan tugasnya dengan baik sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk menjadi orang nomor dua di Bank Dunia tersebut.
"Masih ada beberapa waktu lagi untuk selesaikan tugas di dalam negeri dengan baik sebelum berangkat menempati jabatan barunya di Washington DC, Amerika Serikat," ungkapnya.
Presiden SBY sebelumnya telah memberikan persetujuan bagi pengangkatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director Bank Dunia. Persetujuan itu diberikan setelah Presiden SBY bertemu dengan Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick.
(ang/qom)











































