"DPR terlalu responsif untuk memenuhi kepentingan sendiri," kata Kordinator Bidang Hukum ICW, Abdullah Dahlan ketika memberi keterangan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/5/2010).
Menurut Dahlan, DPR hanya peduli pada kepentingannya saja, tanpa peduli pada kepentingan rakyat banyak. Dahlan lalu mencontohkan kurang respeknya DPR dan pemerintah dalam upaya merenovasi gedung sekolah yang bukan lagi miring, tapi sudah mau runtuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan meminta agar DPR membatalkan keinginannya untuk menganggarkan kembali pembangunan gedung baru itu. Pembangunan gedung baru hanya melukai perasaan publik.
Bahkan Dahlan menilai DPR telah melakukan pembohongan publik dengan menyebut gedung lama sudah miring 7 derajat. Padahal gedung itu masih layak huni, dan hanya butuh perbaikan di beberapa bagian.
Dalam jumpa pers tersebut, ICW memasang dua gambar yang kontras. Dua gambar itu disandingkan, yaitu gambar gedung SD yang roboh dan gedung DPR yang tinggi menjulang.
(gun/asy)











































