"Kita harus tunggu official statement World Bank di Washington. Isu ini bisa jadi ditiupkan untuk posisi pencitraan, yang bersangkutan punya reputasi baik di tengah pemeriksaan kasus Century," kata politisi PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/5/2010).
Menurut Hendrawan, publik harus berhati-hati menanggapi lontaran isu ini. Apalagi Sri Mulyani sedang dalam sorotan terkait kasus Century. KPK pun diminta untuk waspada dan hati-hati dengan isu mundurnya Sri Mulyani yang diangkat menjadi Managing Director World Bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya soal prestasi Sri Mulyani yang dihargai sampai di luar negeri, sehingga dia diangkap menjadi managing director, Hendarwan dengan tegas sangat mengapresiasi. Sebab untuk menduduki posisi bergengsi itu tidak mudah.
"Tapi kalau benar beliau menduduki jabatan itu, kita ucapkan selamat. Karena posisi itu tidak mudah diperoleh. Namun, sabar dulu, proses sedang berlangsung," tegasnya.
Politisi PDIP ini masih curiga bahwa isu ini karena untuk menyelamatkan Sri Mulyani yang sedang dirundung kasus hukum dalam soal Century.
"Kami tahu, tim di belakang itu terus membuat manuver pencitraan yang bisa mempengaruhi proses hukum. Kita tahu, waktu di Pansus dia bawa bunga, itu maksudnya apa? Dia buat buku putih maksudnya apa? Semua hanya pencitraan, kita jangan sampai terlena," pungkasnya.
(van/yid)











































