"Jadi kesimpulannya kita tidak memberikan tilang, kita berikan kesempatan untuk jalan. Karena ajudannya juga kontak orang di lapangan agar bisa cari jalan biar bisa cepat sampai di Istana," ujar Kapolsek Mampang Kompol Risto Samudera.
Risto mengatakan itu setelah bertemu Mensos Salim Segaf Al-Jufry di Polsek Mampang, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (5/5/2010).
Menurut Risto, ajudan Mensos sudah berkoordinasi dengan pihak polisi di lapangan yang ada di jalan pada Selasa 4 Mei kemarin. Tujuannya agar mobil Mensos bisa tiba di jalan dengan cepat ke Istana.
"Lagi pula kami kan punya hak diskresi (hak menentukan prioritas). Jadi untuk kasus-kasus tertentu kita perbolehkan melewati jalur busway. Misalnya seperti di jalan kalau ada ambulans, itu bisa menyelamatkan orang kita kasih jalan," jelas dia.
Bukankah yang boleh masuk busway hanya mobil pemadam dan ambulans? "Ini juga masuk kasus tertentu juga karena kebutuhannya urgent untuk sampai di Istana," jawab Risto.
Mensos mengatakan, dirinya menerima langkah Kapolsek untuk tidak menilangnya. Meski demikian, politisi PKS ini siap ditilang.
"Ya kan tadi sudah dijelaskan sama Pak Kapolsek kalau saya jujur saja menerima saja. Kalau memang harus ditilang saya siap tapi kan ini sudah dijelaskan kalau ini kasus tertentu. Ini bisa jadi pelajarannya tertentu," tandas dia.
Mensos tiba di Polsek Mampang pukul 09.30 WIB dengan menggunakan mobil RI 32 yang terpergok menerobos jalur TransJ koridor VI Selasa kemarin. Mensos yang mengenakan baju safari hijau tua ini didampingi oleh 4 ajudannya. Pertemuan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. (nik/fay)











































