"NU tetap hormat, tidak ada agenda koalisi atau pun oposisi. Sebaiknya sistem multipartai itu disederhanakan agar masyarakat tidak bingung," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.
Said Aqil mengatakan itu usai pertemuan dengan pimpinan MPR di gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2010).
Hadir dalam pertemuan itu Ketua MPR Taufiq Kiemas (TK), Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin, Melani Leimena, dan Farhan Hamid serta pimpinan fraksi di DPR. Mereka datang sekitar pukul 15.00 WIB dan pulang sekitar pukul 16.00 WIB.
Β
Said mengatakan, dalam pertemuan itu tidak ada agenda partai koalisi atau pun oposisi. PBNU hanya meminta Utusan Golongan (UG) kembali dihidupkan. Utusan Golongan jauh dari kepentingan kekuasaan.
"Kita berkomitmen untuk kembali ke khittah, tidak berkecimpung di dunia politik," kata Said Aqil.
Taufiq Kiemas mengaku kunjungannya ke PBNU untuk silaturahim sekaligus mengucapkan selamat dengan terpilihnya Ketua Umum PBNU.
"NU juga berkomitmen untuk tetap teguh pada UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar TK.
(nik/nrl)











































