Pria Pakistan Ditahan Atas Kasus Mobil Bom New York

Pria Pakistan Ditahan Atas Kasus Mobil Bom New York

- detikNews
Selasa, 04 Mei 2010 16:08 WIB
Pria Pakistan Ditahan Atas Kasus Mobil Bom New York
New York - Seorang pria Pakistan ditahan atas tuduhan mengendarai mobil bom yang gagal meledak di Times Square, New York. Pria itu ditangkap saat hendak meninggalkan Amerika Serikat (AS).

Faisal Shahzad ditahan Senin malam (3/5/2010) waktu AS atau Selasa (4/5/2010) waktu Indonesia, di Bandara John F Kennedy, New York. Shahzad hendak terbang ke Dubai saat dibekuk oleh polisi.

Shahzad adalah warga negara AS hasil program naturalisasi. Pria kelahiran Pakistan ini akan dibawa ke Pengadilan Federal Manhattan. Aparat berwenang memburu Shahzad ke rumahnya di Bridgeport, Connecticut, New York. Pria 30 tahun ini diketahui baru saja pulang dari Pakistan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuan dari aksi teror ini adalah untuk membunuh orang Amerika. Kami terus mengumpulkan petunjuk dari investigasi ini," kata Jaksa Agung AS Eric Holder seperti dilansir Reuters, Selasa (4/5/2010).

Tersangka dipercaya sebagai pemilik mobil Nissan berisi bom berbahan bensin dan kembang api yang kemudian diparkir di Times Squares pada Sabtu malam yang merupakan puncak keramaian. Shahzad diduga terkait dengan jaringan teroris internasional.

Kelompok Taliban di Pakistan melalui internet mengaku bertanggung jawab. Namun peneliti CIA Bruce Ridel meragukannya. Walaupun tidak tertutup kemungkinan ada seorang warga Pakistan di AS yang tidak pernah membuat bom, dipandu melalui telepon atau internet.

Insiden di Times Squares tidak banyak berpengaruh terhadap aktivitas di New York. Mobil Nissan yang gagal meledak itu kini berada di sebuah bengkel lengkap dengan berbagai bahan bom di belakang mobilnya, seperti propana, bensin, pupuk, dan kembang api.

Sang pemilik mobil asli mengaku kepada polisi telah menjual mobil itu 3 minggu lalu kepada seseorang berwajah Hispanik atau Timur Tengah. Walikota New York Michael Bloomberg menilai bom gagal ini dibuat secara amatir, namun berbahaya jika sampai meledak.

(fay/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini