"Kalau pejabat itu mestinya memberikan teladan, salah satu tempatnya ya di jalanan itu," kata pengamat kebijakan publik Andrinof Chaniago kepada detikcom, Selasa (4/5/2010).
Andrinof mengatakan, masyarakat yang sedang berada di jalanan tentu mengetahui mobil-mobil yang melintas tersebut milik pejabat. Karena itu, jika mobil-mobil tersebut dikemudikan semaunya, akan memalukan pejabat itu sendiri.
"Dari pelat nomornya, terus pakai pengawal, orang kan sudah tahu itu pejabat. Jadi tunjukkanlah keteladanan," kata pengajar di Universitas Indonesia (UI) ini.
Andrinof mengatakan, saat ini masyarakat juga semakin peduli dengan lingkungannya. "Kalau ada pejabat yang berbuat seperti itu, yang malu kan pejabatnya sendiri," katanya.
Peristiwa pelanggaran lalu lintas oleh pejabat yang terbaru adalah mobil Menteri Sosial Salim Segaf Aljufrie. Mobil yang ditumpangi Mensos memasuki busway koridor VI Buncit ke Mampang yang tengah disterilkan. Salim Segaf telah meminta maaf kepada warga Jakarta.
Salim Segaf mengaku buru-buru hendak ke Istana sehingga terpaksa masuk busway. Salim Segaf juga mengaku telah meminta izin ke TMC Polda Metro Jaya. Namun TMC membantah telah memberi izin. Foto Camry RI 32 yang ditumpangi Salim menyebar lewat Twitter dan menjadi obrolan ramai para Tweeps.
(ken/nrl)











































