"Tentang hukuman yang terlalu berat dan terlalu ringan, ini persoalan hati. Menegakkan keadilan tidak cukup hanya dengan pikiran, tapi juga dengan hati," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu disampaikan SBY saat membuka Rakor MA, Kemenkum HAM, Kejagung dan Polri (Mahkumjakpol) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2010).
SBY meminta perhatian para peserta rakor dalam mengatasi masalah hukum kelompok marginal ini, seperti terhadap lansia, anak-anak dan kaum tak mampu. Terlebih saat SBY berkunjung ke penjara anak dan pusat rehabilitasi sosial lansia.
"Sebagian menurut saya hukumannya terlalu berat, too much. Juga bagi lansia, lagi-lagi dalam memutus perkara. Lihatlah Saudara, karena hukum tidak boleh berjarak dengan keadilan," ujar SBY.
SBY mengatakan, pemerintah telah menetapkan kebijakan keadilan untuk semua. Tapi hal ini tetap mengandalkan kewenangan penegak hukum.
Sementara para penegak hukum juga diminta untuk mencegah dan menghentikan praktek mafia hukum.
"Berhenti. Tutup, sudah. Jangan diterus-teruskan. Bagi yang lalai sering digeneralisasi. Polisi, jaksa, oknum inilah yang harus kita pikirkan. Jangan ganggu semua yang ingin menegakkan hukum dan keadilan," kata SBY.
SBYjuga meminta para aparat hukum memberikan perhatian lebih pada kasus korupsi, mafia perpajakan dan kasus-kasus besar lainnya. "Dan upayakan agar aset negara kembali pada negara," kata SBY.
(nwk/aan)











































