"Mertua saya juga sudah turunkan penutupan hak waris ke istri saya dan istri saya tidak keberatan tanda tangan karena uang bukan segalanya," kata Alter saat berbincang dengan wartawan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (3/5/2010).
Saat mengobrol dengan wartawan, Alter menerima kedatangan Jane Deviyanti (23) bersama adiknya. Setiap hari Jane menjenguk pria pujaannya itu. Jane seorang tunarungu, pintar membaca bibir dan bisa bicara meski terbata-bata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengurungan itu terjadi ketika Jane pulang dari studinya dari AS menuju Jakarta. Saat transit di Singapura, orang tuanya membawa Jane.
"Pukul 6 pagi (dari bandara) dia (Jane) langsung dibawa dan dikurung selama 2 minggu," kata Alter.
Namun Jane berhasil kabur dari 'jeratan' orang tuanya. Putri CEO salah satu universitas terkemuka di Jakarta itu langsung menghambur ke rumah Alter.
"Dia kabur dan nginap di rumah saya di Jakarta," kata Alter.
Setelah kembali bersama-sama, Jane dan Alter berencana untuk memperbarui janji pernikahan mereka yang sebelumnya dilangsungkan di Las Vegas, 9 September 2008. Namun sayang, rencana itu batal.
"Jadi akhirnya kami melakukan resepsi saja, tanpa melakukan pembaharuan janji pernikahan," cerita Alter.
Orang tua Jane melaporkan Alter ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pemalsuan identitas. Alter kini harus meringkuk di tahanan.
Jane sendiri mengaku sedih dengan tindakan orang tuanya tersebut. Gadis 23 tahun itu pun menggalang dukungan lewat jejaring sosial facebook. (ken/nrl)











































