"Saya tidak merasa ditipu. Tidak ada yang tertipu," ujar Jane saat menjenguk Alter di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (3/5/2010). Jane adalah penyandang tunarungu. Dia pembicara bibir yang baik dan mampu bicara meski patah-patah. Tiap hari dia menjenguk suaminya bersama adik Alter.
Jane juga mengaku tidak pernahย menyesal telah menikahi Alter. Bagi dia, kebahagiaannya adalah bersama Alter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jane juga tidak peduli jika dia disebut durhaka oleh orangtuanya. "Nggak apa-apa durhaka, nggak peduli," ujar Jane sambil terbata-bata.
Jane ingin agar orangtuanya terbuka mata hatinya untuk menerima Alter. "Tolong, hargai keputusan Jane," imbuh Jane yang kuliah di San Fransisco ini.
Seandainya, pengadilan mengganjar hukuman pada Alter, apa yang akan Jane lakukan? "Saya mau tinggal dengan suami saya di penjara. Saya tidak mau pisah," kata Jane sambil menangis.
(mei/nrl)










































