"Wacana kenaikan tarif harus ditolak," ujar anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada wartawan di Hotel Century, Jakarta, Selasa (4/5/2010).
Menurut Tulus, jika tarif Transjakarta tetap dipaksakan naik, tanpa didasari oleh suatu pengkajian hanya akan menggerus belanja transportasi warga Jakarta. Sebagai alat transportasi, TransJakarta dinilai belum dapat menjawab kebutuhan akses transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulus melihat, antusiasme masyarakat begitu tinggi terhadap transportasi TransJakarta tetapi justru tidak dibarengi dengan kualitas pelayanan. "Molornya waktu tempuh TransJakarta menjadi pengalaman buruk bagi penumpang," tutupnya.
(did/fay)











































