Dalam wawancaranya dengan sejumlah wartawan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (3/5/2010), Alter mengaku memiliki penis dan bisa ejakulasi.
"Waktu lahir saya kan nggak ngerti (punya penis atau tidak). Ketika agak besar, saya punya penis. Saya ingat waktu sudah bisa mengingat kira-kira 5 tahunan, saya baru tahu (punya penis-red)," ujar Alter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyatakan, identitas lelaki lainnya seperti jakun dan kumis, juga ada. " (Kumis) selama ini saya cukur biar nggak keliatan. Saya kalau ketemu dengan orang lain, saya biasakan cukur," kata Alter.
"Jadi Anda benar-benar laki-laki?" tanya wartawan.
"Makanya waktu diperiksa kemarin sempat ditolak (masuk Rutan Wanita Pondok Bambu), karena saya juga ditelanjangi dulu, untuk pastikan saya laki-laki atau perempuan," jawabnya.
Alter dilaporkan orangtua Jane atas tuduhan pasal 266 KUHP tentang pemalsuan identitas dalam akta otentik, juncto pasal 263 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kasusnya kini sudah P21 (lengkap) dan berada di tangan jaksa.
Alter yang mengidap sindrom Klinefelter ditahan di Rutan Wanita Pondok Bambu sejak 30 April 2010. Sebelumnya dia ditahan di Kejati DKI Jakarta, karena pihak Rutan Cipinang tidak mau menerima Alter karena identitas jenis kelamin. Demikian juga Rutan Pondok Bambu, sebelum akhirnya menerima.
Jane, putri seorang CEO universitas swasta terkenal di Jakarta yang tunarungu, menggalang dukungan lewat Facebook atas kisahnya ini lewat "Gerakan Peduli Alter dan Jane". (mei/nrl)











































