Sindrom Klinefelter, juga dikenal sebagai kondisi XXY, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan laki-laki yang memiliki kromosom X tambahan di sebagian besar sel mereka. Pria lazimnya memiliki kromosom XY, namun pengidap Klinefelter memiliki pola XXY.
Sindrom Klinefelter ini dinamai Dr Henry Klinefelter, yang pertama kali menggambarkan sekelompok gejala yang ditemukan pada beberapa pria dengan kromosom X tambahan. Meskipun semua orang dengan sindrom Klinefelter memiliki kromosom X tambahan, tidak semua XXY laki-laki memiliki semua gejala tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ilmuwan yakin bahwa kondisi XXY adalah salah satu kelainan kromosom yang paling umum pada manusia. Kira-kira satu dari setiap 500 laki-laki memiliki kromosom X tambahan, tetapi banyak yang tidak memiliki gejala apa pun.
Gejala
Tidak semua laki-laki dengan kondisi memiliki gejala yang sama atau tingkat yang sama. Gejala tergantung pada seberapa banyak sel XXY yang laki-laki miliki, berapa banyak testosteron di tubuhnya, dan usia ketika kondisi didiagnosa.
Gejala umum antara lain, tubuh abnormal, dada melebar, masalah seksual. penis kecil, dan tubuh cenderung pendek.
Pengobatan
Pola Kromosom XXY pola tidak dapat diubah. Namun, ada beberapa cara untuk mengobati gejala-gejala dari kondisi XXY yakni terapi dan perawatan medis.
Sumber: medlineplus dan nichd.
(mei/nrl)