Gedung Parlemen Australia di Canberra hanya memiliki empat lantai saja. Bandingkan dengan Gedung Nusantara I yang menjulang puluhan lantai.
Tidak hanya itu kesederhanaan gedung parlemen Negeri Kangguru itu. Kantor Perdana Menteri juga menempati gedung yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikcom dan beberapa wartawan lain berkunjung ke Australia bersama rombongan Presiden SBY Maret 2010 lalu, kesederhanaan tampak terasa di gedung Parlemen Australia. Bangunannya juga biasa-biasa saja. Luasnya pun tidak ada separuh dari luas gedung Dewan di Senayan.
Parlemen Australia pun ramah menyambut pengunjung, tidak ada pagar menghadang rakyat. Sungguh berbeda dengan pagar tinggi Senayan yang siap menghalau setiap demonstran. Nuansa hijau juga menambah cantik penampilan kantor anggota DPR Australia lewat taman rumput mengelilingi gedung parlemen. Masyarakat dan turis pun bisa berkunjung ke gedung parlemen.
Saat ini, Badan Urusan Rumah Tangga DPR telah menganggarkan Rp 1,8 triliun untuk pembangunan konstruksi gedung Dewan, sementara Rp 200 miliar sisanya untuk pembangunan interior. Rencana pembangunan tetap dilanjutkan, meski belakangan Kementerian Pekerjaan Umum membantah jika gedung wakil rakyat itu miring, hanya retak-retak.
"Tidak, tidak ada kemiringan itu," kata Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 3 Mei kemarin.
(anw/fay)











































