"Saya melakukan rekonstruksi (masektomi-red) di Kanada, Amerika Serikat. Karena yang bisa rekonstruksi, yang tahu adik saya juga kebetulan di situ, dia (adik Alter) pikir referensi yang bagus itu di luar negeri," kata Alter kepada detikcom di Rutan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (3/5/2010).
Alter mengatakan, saat terlahir dirinya adalah seorang laki-laki. Alter juga baru mengetahui dia memiliki alat kelamin pria setelah berusia 5 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan perkembangan usianya, Alter mulai mengalami kelainan sindroma Klinefelter yaitu dia memiliki kelenjar payudara.
"Tidak terlalu besar sih untuk identitas sebagai perempuan ya," katanya. Akibat sindrom itu, dia sering sakit-sakitan akibat sindrom tersebut.
"Saya terganggu. Saya merasa pusing, saya terus sakit-sakitan," ujarnya.
Sehingga pada 2006, setelah dia bisa mengumpulkan uang hasil jualan perhiasan emas, Alter berangkat ke Kanada untuk masektomi. Dan pengakuannya, hanya payudaranya saja yang dipotong.
"Kalau yang bawah (penis) nggak," imbuhnya.
Alter dilaporkan orangtua Jane atas tuduhan pasal 266 KUHP tentang pemalsuan identitas dalam akta otentik, juncto pasal 263 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kasusnya kini sudah P21 (lengkap) dan berada di tangan jaksa.
Alter ditahan di Rutan Wanita Pondok Bambu sejak 30 April 2010. Sebelumnya dia ditahan di Kejati DKI Jakarta, karena pihak Rutan Cipinang tidak mau menerima Alter karena identitas jenis kelamin. Demikian juga Rutan Pondok Bambu, sebelum akhirnya menerima.
Jane, putri seorang CEO universitas swasta terkenal di Jakarta yang tunarungu, menggalang dukungan lewat Facebook atas kisahnya ini lewat "Gerakan Peduli Alter dan Jane".
(mei/nrl)











































