"Saya melihat ada dua hal yang dapat menyulut perdebatan panjang tentang rencana pengajuan proposal Rp 1,8 triliun. Pertama, perdebatan mengenai anggaran, dan kedua perdebatan mengenai kondisi gedung," ujar pengamat Charta Politika Indonesia Arya Fernandes saat dihubungi detikcom, Senin (3/5/2010).
Arya memperkirakan perdebatan tentang ketepatan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun tersebut akan dipicu melalui perbedaan tafsir mengenai desain anggaran antara anggota dewan dan persepsi negatif yang berkembang di masyarakat tentang kinerja anggota Dewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arya, pada tahap kedua, usulan DPR tersebut akan berhadapan dengan perdebatan tentang kondisi rill dari gedung tersebut. Terutama setelah Dinas Pekerjaan Umum tidak mengkonfirmasi kemiringan Gedung Nusantara tersebut.
"Saya kira validitas data yang disampaikan DPR dan rasionalitas anggaran akan memicu perdebatan panjang. Bila ini berlarut saya khawatir ini akan berpengaruh terhadap kinerja DPR. Kesannya DPR hanya "sibuk" pada fungsi pengawasan dan anggaran, dan melupakan fungsi legislasi," tutupnya.
(mpr/mad)











































