"Anggaran itu kita susun sebagai anggaran awal memulai pekerjaan, tapi bukan berarti harus habis atau langsung terpakai di awal," kata Marzuki Alie selaku Ketua BURT DPR, di Gedung Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2010).
Politisi yang juga Ketua DPR itu menegaskan, pekerjaan awal yang diperlukan adalah menyusun block design dari gedung beru tersebut. Yakni menentukan di mana gedung baru akan didirikan, berapa luas bangunan dibutuhkan dan bila lahannya ada di luar kompleks yang ada sekarang, maka harus jelas pula status hukumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurtnya gedung kantor baru DPR harus mampu menampung aktivitas kerja 560 anggota DPR beserta staf ahli masing-masing dengan daya tahan sesuai standar internasional. Namun itu bukan berarti gedung pengganti Nusantara I harus mewah.
"Kita mau gedung itu punya nilai sejarah panjang," pungkas Marzuki. (lh/rdf)










































