Ketua DPR Lobi PDIP Agar Tidak Walkout, Tapi Tak Digubris

Paripurna RAPBN 2010

Ketua DPR Lobi PDIP Agar Tidak Walkout, Tapi Tak Digubris

- detikNews
Senin, 03 Mei 2010 19:40 WIB
Jakarta - Fraksi PDIP dan Hanura walkout saat sidang pengesahan RAPBNP 2010. Lobi-lobi sebenarnya sudah dilakukan. Tapi sikap Partai Banteng Moncong Putih tetap tidak berubah.

"Tadi saya telepon Pak Tjahjo Kumolo. Tapi nggak diangkat," kata Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2010).

Saat lobi berlangsung, Marzuki juga berada di ruang lobi. Menurutnya, meski Hanura dan PDIP walk out, namun mereka tidak menolak putusan RAPBN 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ikut pada aturan. Di paripurna tadi sudah dijelaskan oleh Pak Anis Matta," imbuhnya.

Perubahan APBN termasuk asumsi dasar yakni pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 5,8%, lebih tinggi dari APBN 2010 sebesar 5,5%. Inflasi meningkat menjadi 5,3% dari 5,0%. Nilai tukar rupiah yang semula diasumsikan Rp 10 ribu turun menjadi Rp 9.200. Tingkat suku bunga SBI 3 bulan tetap di angka 6,5%.

Asusmi harga rata-rata minyak mentah ditingkatkan hingga US$ 80 per barel dari harga sebelumnya dalam APBN 2010 sebesar US$ 65 per barel. Perkiraan produksi (lifting) minyak tetap 965 ribu barel per hari.

Target penerimaan dinaikkan Rp 17,58 triliun menjadi Rp 992,82 triliun. Kenaikan terbesar berasal dari penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp 10,45 triliun disusul penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 7,5 triliun.

Belanja negara berjumlah Rp 1.126 triliun dari APBN sebesar Rp 1047,7 triliun. Dengan demikian APBN-P 2010 mengalami defisit sebesar Rp 133,7 triliun atau 2,1 persen PDB.
(anw/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads