"Saya tidak kenal Syahril Djohan, tidak kenal siapa dia. Tidak pernah punya persamaan posisi kedudukan, jadi tidak nyambunglah," kata Fahri saat jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2010).
Awalnya, Fahri mengaku santai saja menanggapi desas-desus soal rencana pertemuannya dengan Susno dan Sjahril Djohan di Singapura. Namun makin lama isu itu makin santer, sehingga dia pun perlu menunjukkan bukti bahwa dia tidak ada rencana melakukan pertemuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui, Susno Duadji berangkat ke Singapura pada tanggal 12 April untuk berobat. Namun rencana keberangkatan tersebut digagalkan oleh Propam Mabes Polri lantaran Susno tidak memiliki izin ke luar negeri.
"Jadi tidak ada cerita saya menunggu bersama Sjahril Djohan di Singapura," bantah Fahri.
Fahri pun menunjukkan bukti nama-nama anggota DPR yang ikut melawat ke Libya beserta surat keberangkatan ke Libya yang dibuat oleh Setjen DPR. Fahri juga menunjukkan dua artikel media yang menunjukkan antara tanggal 9-15 April dia berada di Libya.
Fahri menuduh ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin membuat suasana menjadi keruh. Siapa dia, Fahri enggan menjawab. "Yang jelas yang paling dirugikan adalah Pak Susno," pungkas Fahri.
(anw/rdf)










































