Ahli Waris di Palembang Larang Makam Mbah Priok Dikeramatkan

Ahli Waris di Palembang Larang Makam Mbah Priok Dikeramatkan

- detikNews
Senin, 03 Mei 2010 16:50 WIB
Jakarta - Keluarga Ahli waris Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad atau yang biasa disebut Mbah Priok meminta makam Habib Hasan Al Haddad tidak dikeramatkan. Hal ini diungkapkan oleh Habib Abdurrahman, salah seorang keluarga Al Haddad, ketika ditemui Tim Pencari Fakta (TPF) Kerusuhan Priok DPRD DKI di Palembang.

"Habib Abdurrahman menginginkan umat Islam tidak mengkultuskan makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad dan melarang makamnya dikeramatkan karena perbuatan tersebut bisa menimbulkan syirik dikalangan umat. Tapi kalau sekadar mau berdoa untuk Habib Hasan silahkan saja," kata Ketua TPF  Lulung Lunggana saat menirukan perkataan Habib Abdurrahman kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jl Kebon Sirih, Senin (3/5/2010).

Lulung menjelaskan, Habib Abdurrahman merupakan keturunan dari salah satu saudara kandung Habib Hasan Al Haddad yang berada di Palembang. Dari keterangan Habib Abdurrahman, Habib Hasan memiliki 3 saudara kandung. Namun, Habib Hasan tidak memiliki keturunan karena meninggal sebelum menikah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi keluarga yang mengaku ahli waris Habib Hasan atau Mbah Priok yang ada di Jakarta bukan keturunannya langsung, melainkan keturunan dari saudara kandungnya Mbah Priok," papar Lulung.

Menurut Lulung, keturunan saudara kandung Mbah Priok berada di Jakarta dan di Palembang. Habib Abdurrahman sendiri, merupakan keturunan yang berada di Palembang. Habib Abdurrahman dan keluarga di Palembang tidak ingin terlibat dengan masalah sengketa tanah antara 'ahli waris' Mbah Priok yang ada di Jakarta dengan PT Pelindo II.

"Habib Hasan Al Haddad tidak pernah punya tanah (di Jakarta)," ujar Lulung menegaskan perkataan Habib Abdurrahman.

Meski demikian Habib Abdurrahman berpesan agar Pemerintah DKI melalui TPF agar merawat makam tersebut.

"Keluarga tidak mempermasalahkan soal tanah. Mereka hanya minta tidak dibongkar saja itu saja" pungkas Lulung.
(her/mok)


Berita Terkait