Aksi para buruh dibubarkan polisi sekitar pukul 13.00 WIB setelah upaya polisi yang meminta buruh agar tidak memblokir Jl. Diponegoro, tidak diindahkan. Pemblokiran itu dilakukan para buruh karena kecewa dengan sikap Gubernur Sumut yang tidak menemui mereka. Mereka sebelumnya sudah meminta waktu, namun tidak ditanggapi.
Sebagai bentuk kekecewaan, massa kemudian duduk di tengah jalan Diponegoro yang berada di depan Kantor Gubernur Sumut. Karuan saja macet panjang terjadi. Puluhan polisi yang mengamankan aksi tersebut, segera mengambil tindakan. Demo dibubarkan dan sebagian buruh dipaksa masuk ke dalam truk polisi untuk kemudian dibawa ke Poltabes Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami awalnya ingin bertemu dengan Gubernur, tapi tidak diberi kesempatan. Malahan polisi memaksa kami keluar dari kantor gubernur, dan sekarang kami dikumpulkan di Poltabes Medan ini. Kami kecewa dengan perlakuan seperti ini," kata Jumaida Hutauruk, yang turut diamankan polisi.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi ini berkaitan dengan peringatan Hari Buruh Internasional. Mereka mengecam pemerintah yang tidak memberikan perhatian pada nasib buruh, dan mengecam para calon walikota dan wakil walikota di Medan yang tidak memprioritaskan penyelesaian masalah perburuhan dalam visi dan misinya.
Para pendemo yang jumlahnya sekitar 200-an orang, memulai aksinya di bundaran Jl. Gatot Subroto Medan pada Senin pagi. Mereka kemudian melakukan long march ke Gedung DPRD Sumatera Utara di Jl. Imam Bonjol Medan, dan seterusnya berdemo ke Kantor Gubernur Sumut. Namun dalam aksi terakhir ini, polisi kemudian menghentikan aksi demo mereka karena dinilai mengganggu ketertiban.
(djo/djo)
