Aksi lempar tomat itu mengotori tembok kantor PLN di jalan Langko, Mataram. Aksi massa tak terbendung, karena penjagaan aparat yang minim.
"Buruh bersatu melawan penindasan. Listrik mati setiap hari, bagaimana nasib buruh bisa sejahtera kalau listrik masih mati," kata Taufik Budiman, koordinator lapangan aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa menuntut dalam waktu 30 hari, PLN menuntaskan pemadaman listrik. Mereka mengancam akan mendatangi PLN kembali, jika tuntutannya tak dipenuhi.
PLN NTB defisit listrik hingga 28 MW. Akibat defisit itu, pemadaman listrik di NTB kini berlangsung selang satu malam pada beban puncak pukul 18.00 - 23.00 wita. Pemadaman menyasar sedikitnya 28 ribu pelanggan.
Aksi buruh yang sekalian memperingati hari buruh ini berlanjut di Kantor Gubernur NTB, di jalan Pejanggik. Aksi koalisi buruh ini menyatu dengan aksi mahasiswa. Aksi masih berlangsung hingga kini. Massa mendesak bertemu dengan Gubernur NTB M Zainul Majdi.
(djo/djo)











































