Wapres Boediono Terima 6 Wakil BEM UGM

Wapres Boediono Terima 6 Wakil BEM UGM

- detikNews
Senin, 03 Mei 2010 12:59 WIB
Wapres Boediono Terima 6 Wakil BEM UGM
Yogyakarta - Meski sempat dihalang-halangi, mahasiswa pengunjuk rasa berkesempatan berdialog langsung dengan Wapres Boediono. Enam orang dari BEM UGM yang ditunjuk sebagai wakil pengunjuk rasa menyampaikan sejumlah pertanyaan tentang kasus Bank Century.

"Intinya kami ingin mendapat kejelasan langsung dari Beliau soal kebenaran berita-berita yang sering kita lihat beberapa waktu ini," ujar Presiden BEM UGM, Aza Eldian, usai diterima Wapres Boediono di Kantor Rektor UGM, Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (3/5/2010).

Menurutnya atas pertanyaan yang perwakilan pengunjuk rasa ajukan, Boediono menegaskan, kebijakan BI bersama pemerintah memberi bailout ke Bank Century pada Novemver 2008 berdasarkan proses yang benar. Langkah bailout ditujukan untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari dampak lebih buruk yang bisa timbul abibat krisis keuangan global yang sedang berlangsung saat itu.

Aza mengaku pihaknya dapat menerima penjelasan Boediono. Kepada semua pihak selanjutnya agar menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk membuktikan apakah langkah bailout tersebut benar atau salah termasuk dugaan adanya penyelewengan uang negara.

"Bila memang proses hukum membuktikannya salah, Beliau harus jadi negarawan dengan bersedia mengundurkan diri (sebagai Wapres RI). Tapi kalau tidak terbukti salah, maka kami siap mendukung Beliau melanjutkan pemerintahan," tegas Aza yang mengenakan jaket almamater UGM itu.

Pertemuan antara Boediono dengan perwakilan pengunjuk rasa berlangsung hampir 30 menit. Aza mengaku menghargai kesedian Boediono berdialog mengingat pada malam sebelumnya pihak aparat keamanan dan Rektorat UGM menolak keinginan wakil pengunjuk rasa untuk dapat bertemu langsung.

"Beliau sangat terbuka dan menyambut baik sebab kami membangun proses yang bagus dengan cara-cara yang bagus pula. Gerakan kami tidak destruktif, tatapi kontruktif dan ingin mencari solusi," pungkas Aza.

(lh/fay)


Berita Terkait